:: Free Quick Tips
        View : 5562 times

Gaji Kecil juga Bisa Kaya

Betul, Anda bisa kaya meskipun gaji tidak besar. Jika selama ini Anda termasuk yang habis bulan habis uang, itu bukan karena penghasilan Anda terlalu kecil, tapi pengeluaran Anda terlalu besar. Untuk menjadi kaya, Anda harus memiliki tabungan besar. Caranya? Ubah sikap dan cara Anda menggunakan uang.

Cara "orang miskin": Setelah terima gaji, bayar utang dan belanja dulu. Kalau masih ada sisa (yang jarang terjadi), baru menabung. Ketika kepepet (yang sering terjadi), tabungan yang sedikit itu dikuras! Begitu berulang-ulang ...

Ganti dengan cara "orang kaya": Pertama-tama bayar dulu utang yang mencekik leher (antara lain: tagihan kartu kredit yang bunganya per tahun 40%!). Kedua: bayar atau sisihkan dana untuk bayar premi asuransi kesehatan (jika tidak dibayar kantor). Ketiga: Menabung (usahakan 10% dari gaji). Keempat: sisanya untuk biaya hidup.

Mengapa harus menabung dulu daripada belanja? Dengan berbelanja, Anda memperkaya pedagang langganan Anda. Dengan menabung, Anda memperkaya diri Anda sendiri dulu. Anda lebih pentingkan siapa?

Ada dua kelompok biaya hidup: (1) Yang sudah tetap, tidak bisa dikurangi; (2) Yang bisa dihemat.

Dari pengeluaran-pengeluaran berikut, manakah yang masuk kelompok 1 dan mana yang kelompok 2? Pendidikan anak, transport, belanja dapur, peralatan rumah tangga, listrik, air, gas, telepon, pulsa hp, pakaian, sepatu, kosmetika, pernik-pernik, hiburan, tamasya, makan-minum di luar, jajan, koran, majalah, iuran, pemberian untuk orangtua/saudara, kado. Mana yang bisa Anda hemat?

Tabungan tidak berhubungan dengan besar-kecilnya gaji, tapi buah dari kedisiplinan.

(Baca juga kisah inspirasi "Pencuci Pakaian yang Kaya Raya dan Murah Hati")

Mengubah lingkungan pergaulan Anda

Seorang karyawan yang sehari-hari hanya berhubungan dengan rekan kerja sekantor, dan dengan karyawan-karyawan perusahaan lain (apapun jabatannya); bahkan pada akhir pekan pun bergaul dalam lingkungan yang sama, sulit termotivasi untuk menjadi wirausaha. Jika ada keinginan menjadi wirausaha, Anda perlu bergaul dengan wirausaha.

"Bergaul dengan perampok, sedikit-sedikitnya akan menjadi maling; bergaul dengan maling, sedikit-sedikitnya akan menjadi pencopet!"  

Memposisikan Bisnis Anda

Jika Anda mendengar nama ‘Parker', pasti terbayang pena. Parker adalah perusahaan pembuat pena sejak 1888. Belakangan ini mereka mengubah posisi bisnis mereka dari 'alat tulis' menjadi 'gift item' (barang hadiah). Pesaing-pesaing utama bukan lagi perusahaan pembuat pena (kecuali dengan Mountblanc, Cross), tetapi terutama dengan perusahaan-perusahaan pembuat 'gift item' lainnya, seperti: arloji, dompet, tas.

Memahami posisi bisnis Anda adalah penting, karena akan menentukan siapa konsumen Anda, dan dengan sendirinya mempengaruhi seluruh strategi pemasaran Anda.

Menjual Manfaat

Ada satu filosofi bisnis yang sudah lama saya dengar dan sangat berkesan pada saya, yaitu dari sebuah perusahaan kosmetik terkenal. "Di Avon kami tidak menjual kosmetik, tetapi menjual harapan." Konsumen membeli lipstick bukan karena tertarik fisik barangnya yang merupakan gabungan dari berbagai bahan kimiawi yang warna-warni, tetapi mereka mempunyai pengharapan lipstick itu akan membuatnya terlihat lebih cantik! (khususnya di mata pria).

Apapun produk Anda, konsumen tidak pernah tertarik pada barang/jasa Anda, mereka hanya tertarik pada manfaat yang bisa diperoleh dari barang/jasa tsb. Semakin besar manfaat yang bisa Anda berikan, semakin disukai oleh konsumen.

Memberi Makna pada Pekerjaan

Suatu saat pada pembangunan kathedral Norte Dome di Paris, uskup yang sedang mengontrol pembangunan gereja itu bertanya kepada seorang pekerja, "Apa yang sedang engkau kerjakan?" Pekerja tersebut menjawab, "Saya sedang memasang batu batu." Uskup tersebut juga menanyakan hal yang sama kepada pekerja yang kedua, ia menjawab, "Saya sedang membangun tembok." Ketika ditanyakan pada pekerja ketiga yang juga sedang memasang batu bata, ia menjawab dengan bangga, "Saya sedang membangun cathedral."

Menurut Anda, diantara ketiga tukang batu ini, mana yang lebih bahagia hidupnya ?

Memiliki Jiwa Pelayanan

Jika Anda hanya memikirkan cara menguras kantong pelanggan, mereka akan segera meninggalkan Anda ketika menyadarinya. Untuk mempertahankan dan menambah pelanggan, Anda harus selalu memikirkan bagaimana bisa memberikan pelayanan yang lebih baik: barang dan jasa yang mutunya lebih baik, penyerahan yang lebih cepat, menggunakannya lebih mudah, pelayanan yang lebih ramah, harga yang lebih layak, membayarnya lebih mudah, serta lebih... lebih... lainnya. Hanya dengan begini, mereka akan datang dan datang lagi.

Rahasia Sukses Terletak pada Keyakinan

Imigran yang paling berhasil di Asia Tenggara adalah orang-orang Tionghoa yang datang dari Tiongkok. Mendengar kisah sukses saudara-saudara mereka yang telah tiba lebih dulu di Filipina, Siam, Semenanjung Melayu dan Hindia Belanda, semakin banyak yang tertarik datang, karena mereka yakin bisa mencapai kesuksesan yang sama.

Salah satu kelompok imigran yang paling sukses dalam memulai dan mengembangkan bisnis di Amerika adalah orang Rusia. Mereka begitu lama tinggal di negara dengan sistim yang sangat menyulitkan seseorang untuk meraih sukses. Ketika tiba di Amerika, mereka yakin bisa meraih sukses jauh lebih mudah di tanah harapan ini daripada di negara asalnya. Mereka bersedia memasuki berbagai bidang bisnis yang menurut rata-rata orang Amerika tidak lagi menguntungkan. Dan mereka berhasil.

Pelajaran yang bisa diperoleh dari kedua kelompok imigran diatas adalah jika Anda yakin bisa mewujudkan impian Anda, maka Anda pasti akan memperolehnya.

Henry Ford mengatakan, "Jika Anda mengatakan 'bisa melakukan sesuatu', Anda benar; jika Anda mengatakan 'tidak bisa melakukan', Anda juga benar."

Menciptakan Nilai Tambah

Jika Anda menginginkan pelanggan Anda selalu datang dan datang lagi, bahkan dengan mengajak kerabat dan teman-teman, ciptakan selalu 'nilai tambah' bagi mereka. Menyapa nama mereka, mengingat HUT mereka dan memberikan surprise dengan hadiah kecil, menyajikan minuman ringan ketika mereka tampak letih, adalah contoh-contoh dari nilai tambah yang membuat mereka merasa dirinya orang penting. Bukan siapa-siapa, hanya pelangganlah yang menambah jumlah uang di rekening bank Anda!

Demikian pun jika keinginan Anda adalah karir yang semakin meningkat. Carilah berbagai cara untuk memberikan nilai tambah pada pelanggan Anda. Siapakah pelanggan Anda di perusahaan? Mereka adalah atasan Anda, bawahan Anda, rekan kerja Anda, pemasok Anda, dan orang-orang lainnya yang memerlukan hasil kerja Anda. Merekalah yang akan menentukan keberhasilan karir Anda.

Pengulangan adalah Induk dari Ketrampilan (Repetition is the mother of skill)

Orang bijak mengatakan, "Bakat hanya 1%, keberhasilan adalah 99% kerja keras!" Anda bisa menjadi ahli di bidang apapun jika Anda sungguh-sungguh menginginkannya, dan mau belajar serta berlatih terus-menerus. Ingin tampil percaya diri berbicara di depan umum? Pilih topik yang Anda suka, kuasai materinya dengan sering membaca, dan berlatih membawakan materi tersebut di kamar, di depan anggota keluarga, teman dan komunitas Anda. Ingin bisa memainkan lagu-lagu Mozart dengan piano, meniup saxophone seperti Kenny G, memiliki kaki "emas" seperti David Beckham? Caranya sama, berlatih berulang-ulang sampai trampil!

Bagaimana J.CO Donuts & Coffee yang asli Indonesia yang baru memulai debutnya Juli 2005 sudah menjadi "raja" donat di Indonesia, bahkan sudah ekspansi keluar negri? Johnny Andrean (yang juga pemilik salon dan pemegang franchise BreadTalk) dan timnya berulang-ulang terus mencoba  dan berlatih membuat donut selama tiga tahun (!) sebelum membuka outlet pertama mereka. Practices Make Perfect!

12 Ciri-Ciri Pelayanan yang Buruk
  • Melakukan telepon pribadi ketika pelanggan sedang menunggu.
  • Memperlakukan pelanggan seolah-olah kehadiran mereka menganggu Anda.
  • Tidak perduli apakah pelanggan akan kembali atau tidak.
  • Tidak menguasai barang yang dijual.
  • Tidak memberikan perhatian pada kebutuhan pelanggan.
  • Berbantahan dengan pembeli.
  • Menjawab telepon pelanggan dengan cara yang tidak profesional.
  • Membiarkan karyawan Anda berbicara satu dengan lainnya, sehingga mengabaikan pelayanan kepada pembeli.
  • Hanya ingin mendapatkan uang dari pembeli.
  • Menilai calon pembeli hanya dari penampilannnya.
  • Penyerahan barang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
  • Kamar kecil yang tidak bersih.

12 Kiat Pelayanan yang Baik
  • Berikan salam kepada setiap orang yang mendatangi tempat usaha Anda.
  • Berikan waktu secukup mungkin kepada setiap pelanggan, jangan memberi kesan Anda sedang sibuk dan tidak bisa melayaninya.
  • Jangan menganggap pelanggan mengetahui segala sesuatu yang Anda lakukan, Anda harus memberitahu dan menjelaskannya.
  • Menguasai product knowledge adalah salah satu kunci sukses pelayanan.
  • Memahami bahwa pelanggan mempunyai kebutuhan yang ingin dipenuhi.
  • Jangan berbantah dengan pelanggan.
  • Ciptakan perasaan pada pelanggan Anda bahwa mereka adalah orang yang paling penting dalam bisnis Anda.
  • Latihlah karyawan Anda untuk memiliki 'passion' yang sama dengan Anda dalam melayani pelanggan.
  • Jangan memaksa pelanggan untuk membeli. Jika Anda melakukannya dan akhirnya mereka merasa menyesal, mereka tidak akan pernah kembali ke Anda.
  • Perlakukan pelanggan Anda dengan cara yang Anda inginkan orang lain memperlakukan Anda.
  • Pastikan bahwa karyawan-karyawan Anda yang di "garis depan" menyukai berhubungan dengan orang-orang.
  • Biasakan menerapkan formula 'STM': Senyum, Terima kasih dan Maaf.

Memulai bisnis dengan resiko rendah

Berolahraga ada resiko? Perjalanan ke kantor ada resiko? Hal-hal yang sudah biasa kita lakukan pun masih bisa membawa resiko, apalagi yang belum kita kuasai. Demikianpun dalam berbisnis. Anda tidak bisa menghindari resiko, tapi Anda bisa menghadapinya dengan cerdas. Anda bisa mengurangi resiko memulai bisnis dengan cara :

  • Mulai dengan bisnis yang bisa dijalankan secara part-time
  • Ajak rekan/bawahan yang bekerja dalam tim Anda selama ini
  • Dapatkan dukungan dari supplier dan pelanggan-pelanggan kunci
  • Gunakan modal seminimal mungkin (minta DP dari pembeli, batasi keperluan, berhemat, banding2-kan harga sebelum membeli)
  • Jalankan usaha dari rumah
  • Bermitra dengan perusahaan atau orang lain
  • Beli franchise (pilih yang terbukti keberhasilannya)

Ajari karyawan menjalankan bisnis Anda

Jika bisnis Anda yang sekarang dibangun oleh Anda, maka tidak ada orang lain yang mencintai bisnis Anda melebihi Anda. Juga tidak ada orang lain yang lebih tahu daripada Anda bagaimana seharusnya menjalankan bisnis Anda itu. Menjadi pemilik, manajer dan operator perusahaan Anda sendiri pada tahap awal adalah baik, namun Anda harus tahu kapan mulai mendelegasikan tugas manajer dan operator kepada orang lain. Menjadi tugas Anda untuk "menularkan" kecintaan dan keahlian Anda dalam berbisnis kepada staff Anda, sehingga mereka bisa menjalankan bisnis Anda sebaik Anda, tanpa kehadiran Anda.  Hanya dengan demikian Anda sungguh adalah pemilik perusahaan, bukan "karyawan" dalam perusahaan Anda sendiri.

Mengembangkan kebiasaan-kebiasaan sukses

Kita selalu bertindak menurut kebiasaan kita. Sehabis mandi kita menggunakan handuk untuk mengeringkan tubuh dengan urutan gerakan yang selalu sama setiap hari, juga pada saat berpakaian, menyantap sarapan, hingga cara-cara melakukan bisnis atau pekerjaan kita. Sukses tidaknya kehidupan Anda sangat tergantung dari kebiasaan Anda. Bagi halaman selembar kertas dalam dua kolom. Pada kolom kiri inventarisir kebiasaan-kebiasaan yang menghambat pencapaian sukses Anda, dan pada kolom kanan tuliskan kebiasaan baru yang harus Anda lakukan untuk menggantikan kebiasaan lama. Kemauan dan tekad Anda untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan sukses yang akan mengantar Anda pada kesuksesan.

Ciptakan pengalaman yang mengesankan

Pernahkah Anda mengalami kejadian yang berkesan, yang selalu Anda ingat, bahkan selalu ingin Anda ceritakan kepada orang lain? Gunakan strategi ini untuk menarik pelanggan. Pada  kesempatan tertentu tawarkan pelanggan Anda, bahkan juga calon pembeli, suatu pengalaman atas pelayanan Anda yang tidak pernah diperolehnya di tempat lain. Biayanya pun sering hanya murah saja. Misalnya: pada jam makan siang menawarkan burger + minuman kepada pembeli yang sedang "lihat-lihat" di toko Anda. Dengan pengalaman yang mengesankan, yang selalu diingatnya, Anda akan menjadi 'prioritas' dia.  (Seberapa sering Anda mengalami atau melihat kejadian ini?)

Look out your customer (Jaga pelanggan Anda)
Hanya dengan mengutamakan kepentingan pelanggan, kita bisa membina hubungan baik dengan mereka... yang berarti mengembangkan bisnis kita. Pelanggan lebih penting daripada angka penjualan. Jangan inginkan menjual banyak kepada mereka yang melebihi kebutuhan mereka, karena jika itu yang terjadi, mereka akan menyesal telah membuang-buang uang, dan... akan menyesalkan kita yang seperti "membodohi" mereka, atau membiarkan mereka berlaku bodoh membeli berlebihan. Barang yang berlebihan di tempat pelanggan (tak laku, banyak sisa, menjadi rusak, dll)... yang tentu saja akan disesalinya... menciptakan gambaran yang buruk mengenai barang kita di benak pelanggan.
Berikan saran kepada mereka untuk membeli secukupnya, dan jika mereka membutuhkannya lagi, silakan hubungi kita. Pelanggan akan sangat berterima kasih jika kita menghargai uang mereka, kita mementingkan mereka... bukan mementingkan kita.

Sikap Anda menentukan
Jika keberangkatan pesawat Anda tertunda dua jam, apa reaksi Anda? Sikap Anda akan menentukan respon Anda. Anda bisa marah-marah dan bertengkar dengan petugas perusahaan penerbangan, dan hasilnya... pesawat tetap tertunda dua jam. Ataukah Anda manfaatkan dua jam tersebut untuk membaca buku, menyusun rencana kerja, menulis laporan atau artikel, menelepon teman lama, atau berkenalan dan berbincang-bincang dengan penumpang lainnya.
Semua orang mengalami masalah dalam kehidupan, respon Anda terhadap masalah yang membedakan hasilnya. Bersikaplah positif, hidup akan menjadi lebih mudah dan indah.

Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini ...

Apa yang ingin Anda miliki, ingin capai dan ingin lakukan dalam hidup ini? Sudahkah Anda mempunyai action plan untuk mewujudkan impian-impian itu. Syukurlah kalau sudah. Kalau belum... jangan kecil hati, 97% orang di dunia ini tidak mempunyai sasaran dan rencana tertulis untuk kehidupannya. Tetapi... sebaiknya Anda segera bergabung dengan yang 3% lainnya. Mulai dengan merenungkan dan menuliskan keinginan-keinginan Anda, dan segera buat rencana untuk mewujudkannya.

Jika Anda tidak mempunyai sasaran yang jelas dalam kehidupan Anda, kehidupan yang akan mengatur Anda, bukan Anda yang mengatur kehidupan. Anda bertanggung jawab 100% atas kehidupan Anda yang... hanya sekali saja : gagal atau sukses!

Semua dimulai dari bibit yang kecil ...
Hampir semua perusahaan besar di dunia saat ini dimulai dari usaha kecil, dimulai dari garasi, kamar tidur, pojok pasar, seperti : Microsoft, Walt Disney, Shell, E-Bay, dll. Sebagian besar barang dan jasa yang Anda temui saat ini, belum ada di pasaran 15 tahun yang lalu. Jadi jangan berkecil hati dulu melihat disekitar Anda telah banyak perusahaan besar yang kuat. Dunia bisnis memberi Anda peluang tanpa batas! Yang diperlukan hanya satu... MULAI !

Lakukan tiga hal dan ucapkan tiga kata ...
Sangat mudah menyenangkan hati pelanggan. Cukup lakukan tiga hal yang mudah dan ucapkan tiga kata yang sederhana: membungkuk/mengangguk, menyalami dengan hangat dan tersenyum; serta ucapkan "selamat pagi/siang/malam", "terima kasih" dan "selamat jalan". Kesaktiannya semakin ampuh jika yang melakukannya semakin tinggi kedudukannya. Jangan hanya delegasikan tugas maha penting ini kepada doorman (penjaga pintu). Senangkan hati pelanggan Anda, maka pelanggan juga akan menyenangkan Anda dengan kembali lagi ke Anda, membeli lagi dari Anda.

Jangan beragumentasi ...
Mendapatkan prospek sudah susah, apalagi mempertahankan pelanggan; oleh karena itu janganlah beragumentasi dengan prospek atau pelanggan Anda, sekalipun Anda benar. Hargai mereka dengan mendengarkan mereka, berikan mereka waktu untuk berbicara, baru setelah itu Anda berbicara. Anda pilih mana: memenangkan perdebatan dan menyakiti hati mereka atau memenangkan hati mereka dan mendapatkan bisnis?

Boss yang sesungguhnya ...
Berbisnis adalah melayani, bukan dilayani; pelanggan-lah "boss" yang sesungguhnya harus dilayani. Untuk sukses berbisnis, mulailah hari-hari Anda dengan pertanyaan, "apa yang masih harus saya lakukan untuk menyenangkan pelanggan saya." Jika Anda tidak tahu cara menyenangkan pelanggan, dan hanya memikirkan trik-trik untuk mengambil uang pelanggan, bersiap-siaplah untuk "dipecat" oleh mereka.

Sebaiknya Anda belajar
Anda tidak bisa memainkan lagu dengan gitar secara baik jika Anda belum mempelajari tehnik dasar bermain gitar. Anda juga tidak bisa bersilat dengan baik, jika belum mempelajari gerakan dasar dan pernafasan. Demikian pula dalam bisnis, belajarlah pengetahuan dasar berbisnis sebelum Anda memulainya jika ingin berhasil. Anda bisa belajar dari buku, ikut seminar dan pelatihan, serta belajar dari mentor. Salah satu modal utama untuk memulai bisnis adalah tekad, ... bukan nekad!