:: Inspirational Articles

Pencuci Pakaian yang Kaya Raya dan Murah Hati
Posted On : 13-09-2010
View : 1821 times

Selama tujuh puluh lima tahun ia mencuci dan menyetrika pakaian orang lain, dari pagi hingga malam, dengan bayaran kecil. Tetapi pada akhir hayatnya ia merupakan wanita terkaya di kotanya, Hattiesburg, Mississippi. Ketika ditanya bagaimana ia bisa sekaya ini, wanita ini mengatakan karena ia tahu perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. "Saya berusaha tidak mengeluarkan uang untuk yang tidak perlu saya miliki, atau membeli sesuatu yang tidak mampu saya beli." Ia tidak menikah, meskipun pernah memiliki beberapa teman pria.  Tinggal di sebuah rumah kayu dengan sebuah televisi hitam-putih tua, radio dan Alkitab usang. Seminggu sekali ia berjalan ke toko kelontong untuk membeli barang kebutuhannya, dan berjalan 3 km ke Gereja Baptis Persahabatan untuk beribadat, yang telah dilakukannya sejak dirinya masih gadis kecil.

Oseola McCarty, yang sering dipanggil "Miss Ola", lahir tahun 1908. Ibu dan ayahnya tidak menikah. Ayahnya bukan pria baik, menolak kontak dengan Ola dan ibunya. Ketika ibunya menikah, dan bersama suaminya sering berpindah tempat, Ola tinggal bersama nenek dan bibinya. Ia bersekolah hingga kelas enam Sekolah Dasar. Ketika pulang sekolah, ia bekerja bersama nenek dan bibinya mencuci pakaian. Ketika ayah tirinya meninggal dalam sebuah bencana banjir, ibunya kembali ke rumah neneknya. Meskipun keluarga mereka harus bekerja keras dari pagi hingga malam, tetapi mereka bahagia, kenang Ola.

Neneknya meninggal tahun 1944 pada usia 75 tahun karena stroke. Ibunya meninggal tahun 1964 karena kanker payudara. Bibinya menyusul tiga tahun kemudian. Mereka hanya mewariskan sedikit uang kepada Ola, yang langsung dimasukkan ke dalam tabungan.

Kematian mereka sungguh berat bagi Ola. Ia menjadi seorang diri tanpa teman. Ia orang yang pendiam dan suka menyendiri. Jika sedang istirahat, ia membaca Alkitab, sedikit menonton televisi, dan mendengarkan radio. Ia menyukai musim semi, menikmatinya dengan berjalan kaki seorang diri sambil melihat bunga-bunga. Ia selalu bersyukur untuk pekerjaannya dan menikmatinya. "Kerja keras memberi makna pada hidup," katanya. "Setiap orang perlu mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh agar mereka bisa merasa senang pada diri mereka sendiri."

Ia mulai menabung di First Mississippi National Bank ketika masih sekolah, dengan beberapa dolar yang telah disisihkannya untuk ditabung. Ia memasukkan setiap dolar yang tidak dibutuhkannya ke bank. Secara perlahan tapi pasti, ia mulai membangun kekayaannya. Di kemudian hari ia menabung uangnya pada beberapa bank di Hattiesburg. Trustmark Bank, tempat terakhir ia menabung menganjurkan untuk menginvestasikan uangnya dalam deposito dan pasar uang, sehingga kekayaannya bertumbuh lebih cepat daripada tabungan. Dua wanita baik karyawati bank itu, Nancy Odom dan Ellen Vinzant, membantunya merencanakan hari tuanya. Termasuk menganjurkannya membeli sebuah alat pendingin ruangan, meskipun Ola merasa tidak membutuhkannya, karena sudah terbiasa dengan panas Mississippi. Ia mengikuti nasihat mereka, meskipun alat itu baru dinyalakan kalau ada tamu.

Pada usia 86 tahun, ketika memutuskan berhenti jadi tukang cuci pakaian karena ia telah menjadi terlalu lemah oleh arthritis (sejenis peradangan sendi), ia berbicara dengan Nancy dan Ellen tentang keinginannya untuk menggunakan uang simpanannya jika ia telah meninggal. Uang yang ditabungnya dolar demi dolar, dari hasil mencuci dan menyetrika pakaian, sudah mencapai US$ 250.000!!! Ia ingin menyumbangkan sebagian untuk gereja, dan sejumlah lainnya untuk beberapa saudaranya. Bagian yang terbesar US$ 150.000 disumbangkan ke The University of Southern Mississippi, sebagai dana beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu. Universitas ini hanya sekitar 5 km dari rumahnya, tapi Ola belum pernah mengunjungi kampus itu. Tidak seorang pun disana yang pernah melakukan sesuatu untuknya. Angka ini mungkin bukan merupakan sumbangan besar di jaman ini. Tapi karena ini berasal dari seorang perempuan tua yang mengumpulkannya dengan mencuci dan menyetrika pakaian yang setiap kali menabung dengan beberapa dolar selama 75 tahun, jelas merupakan sumbangan yang sangat besar! Ola berkata,"Saya tidak dapat melakukan semua hal, tetapi saya dapat melakukan sesuatu untuk menolong seseorang. Dan apa yang dapat saya lakukan akan saya lakukan. Seandainya saja... saya dapat berbuat lebih banyak."

Ketika universitas ini mengumumkan hadiah dari Ola, beritanya menyebar ke luar Hattiesburg. Kemurahan hatinya menarik perhatian seluruh Amerika Serikat, bahkan ke negara-negara lain. Berbagai jaringan televisi mengirim tim liputan untuk mewartakan wanita luar biasa dengan hadiahnya yang menakjubkan! New York Times melaporkannya di halaman depan. Majalah Time memuat profil dirinya. Demikian pula Newsweek, Life, dan People. Surat kabar di seluruh negara menerbitkan cerita serupa. Orang-orang dari seluruh dunia menulis kepadanya telah terinspirasi kemurahan hatinya. Banyak orang yang mengirim sumbangan untuk menambah dana beasiswa yang dimulai Ola. Bahkan boss CNN, Ted Turner yang mengaku terinspirasi oleh tindakan Ola, menjanjikan sumbangan US$. 1 miliar kepada Yayasan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Universitas Harvard memberinya gelar kehormatan. Presiden Bill Clinton mengundangnya ke Gedung Putih. Ia juga menerima penghargaan dari PBB. Tukang cuci dan setrika pakaian dari Hattiesburg ini menjadi selebritis dunia!

Ola meninggal tahun 1999 dalam usia 91 tahun, di rumahnya yang sangat sederhana, empat tahun setelah hadiahnya diumumkan. Stephanie Bullock sebagai penerima pertama beasiswa Oseola McCarthy menyebut Ola sebagai nenek kehormatannya. Ribuan orang yang tidak pernah bertemu dengannya berduka atas kepergiannya, dan berjanji akan menjadikan hidup mereka lebih kaya dengan memberikan sesuatu dari diri mereka kepada orang lain.

"Hidup yang baik, " kata Ola, "adalah hidup yang dapat Anda banggakan." Ia memberikan nasihat, "Jika Anda ingin bangga akan diri sendiri, Anda harus melakukan hal-hal yang bisa Anda banggakan. Perasaan akan mengikuti tindakan." Contoh kehidupannya  mengajarkan kita, menghormati diri sendiri mempunyai nilai lebih besar daripada kekayaan atau ketenaran. Kerja keras lebih memberikan kepuasan daripada hidup santai yang tidak diperjuangkan. Kemurahan hati membuat kita lebih bahagia daripada mengumpulkan harta benda yang tidak kita butuhkan.

Diringkas dari penuturan John McCain bersama Mark Salter dari buku "Karakter-karakter yang menggugah dunia", judul asli "Character is Destiny"

Jim Mintarja, Founder and Master Coach ACME Success International